Suparno seorang pria yang berasal dari Purbalingga mempunyai seorang istri bernama Jamilah, gadis ayu anak Pak Lumrah. Mereka pasangan yang sangat serasi, sama-sama saling pengertian dan tidak pernah terdengar keributan dalam keluarga itu. Tak pernah terbesit dalam hati Parno untuk selingkuh, demikian juga dengan Jamilah, meskipun Parno hanyalah seorang buruh tani yang sering makan sambel tlenjeng, namun Jamilah sangat mencintai Parno dan berjanji untuk selalu setia pada pasangannya. Hidupnya adalah pengabdian untuk Parno. Bagi Jamilah dan Parno Selingkuh adalah dosa besar dan aib yang akan mencoreng keimanan dan martabat keluarga.

Parno yang berasal dari keluarga miskin terpaksa harus tinggal satu atap dengan mertuanya Pak Lumrah yang merupakan seorang duda. Istri Pak Lumrah sudah meninggal gara-gara sakit kutil. Kutil kecil yang tumbuh dibibirnya membuat tangannya gatal untuk terus mencubit dan akhirnya menyebabkan luka kecil. Namun, luka kecil itu tak kunjung sembuh dan bahkan makin lama makin membusuk dan menggerogoti seluruh wajah istri Pak Lumrah. Mulutnya tak bisa digunakan untuk makan dan akhirnya malam Jum'at Kliwon istri Pak Lumrah meregang nyawa karena kekurangan asopan gizi dan lupa bernafas selama 15 menit. Kematian istri Pak Lumrah yang sehari-hari berdagang di pasar Tobong, mengurangi pendapatan keluarga Pak Lumrah. Terpaksa Suparno merantau ke Jakarta dengan menumpang bis Sinar Jaya. Sebenarnya ia ingin menjadi TKI di Belanda namun, sayangnya ia tak bisa berbahasa Belanda.

Setelah 5 bulan beradu nasib di Metropolitan Parno mengirimkan surat. Ia mengatakan kalau sekarang ia sudah bekerja di Bank Indonesia, sebagai tukang pel. Parno juga mengatakan ia sangat rindu pada Jamilah. Meskipun banyak cewek seksi dan bohai di Jakarta tak akan menggoyah kekuatan cinta Parno pada Jamilah soalnya ceweknya g ada yang mau sama Parno :P). Parno berjanji akan pulang 2 bulan lagi, dan kalau Jamilah mau berkomunikasi, bisa mengirimkan SMS ke Parno atau telepon ke handphone Parno dinomor 0812008***.

Cerita Parno dalam suratnya membuat Pak Lumrah penasaran dan ia pergi ke wartel untuk menelpon Parno, menantunya. Ia menaruh harapan besar pada menantu kebanggaannya itu. Namun, Pak Lumrah sangat kaget dan kecewa karena yang mengangkat handphone Parno ternyata seorang cewek dan berbicara menggunakan bahasa Londo.

Dua bulan kemudian, Parno menepati janjinya ia Pulang ke Purbalingga dengan menumpang bis Sinar Jaya. Ia disambut gembira oleh istrinya, Jamilah. Namun, tidak demikian dengan Pak Lumrah, ia terlihat kecewa atas kepulangan Parno. Bahkan ketika Parno memberikan oleh-oleh sarung, Pak Lumrah memalingkan muka.

Parno : "Ana apa si Pak, deneng mrengut?" (kenapa Pak, kok cemberut)
Pak Lumrah : "Nyong kecewa banget maring kelakuanmu Parno!" (saya sangat kecewa atas tindakanmu)
Parno : "Lho kelakuan sing endi Pak?" (Lho, kelakuan yang mana Pak?)
Pak Lumrah : "Kowe selingkuh, ko nyleweng!" (Kamu selingkuh, kamu nyeleweng)
Parno : "Yakin pak, de busung lah, nyong ora tau selingkuh" (Sumpah mati saya tidak pernah selingkuh Pak)
Pak Lumrah : "Kowe selingkuh karo wong londo!!!" (kamu selingkuh sama orang Belanda / bule)
Parno : "Ora ramane, wani mati nyong pak" (enggak pak, berani mati saya Pak)
Pak Lumrah : "Wis aja nggedebus, senajan ngomonge nganggo basa landa, nyong tetep ngerti jenenge selingkuhane ko, kowe selingkuh karo veronica" (walaupun dia berbicara pakai bahasa Belanda (baca: Inggris), tapi saya paham nama selingkuhan kamu, selingkuhan kamu namanya Veronica.)
Parno : "Oalah pak, kae tuli mesin penjawab!" (Oo, itu kan mesin penjawab otomatis)
Pak Lumrah : "Ora bisa, sekali selingkuh tetep selingkuh!!"

Parno bingung bagaimana harus menjelaskan tentang Veronica. Ia sudah menjelaskan bahwa Veronica itu bukan cewek belanda, tapi mesin pencari. Namun, kekolotan bapaknya menyebabkan Parno kesulitan menjelaskan 'problema perselingkuhan' itu. Bahkan kemudian istrinya juga kaget mendapati cerita Pak Lumrah bahwa Suparno selingkuh sama Veronica Cewek Belanda. Bagaimana kisah selanjutnya? Rahasia.

Diadopsi dari Film Pendek di TV One.

Cetak Halaman Ini