I'm so sorry to all commenters in this cafe. Start today this blog is not using the facility "Do Follow" again for several reasons. One of them is decreasing my rage rank. Semoga perubahan status ini tidak menjadikan hubungan silaturahmi berkurang. Saya benar-benar minta maaf atas ketidaknyamanan ini. Karena setelah saya check external link dari blog yang sedang mengikuti kontes kampanye damai pemilu Indonesia 2009 ini, hasilnya mencapai 7.000an . Angka ini tentunya tidak baik bagi kesehatan blog. Terbukti "darah" (baca: page rank) blog ini langsung drop.

Sebenarnya ini pilihan yang berat buat saya, saya ingin sekali memberikan penghargaan buat para komentator dengan cara memberikan backlink melalui cara do follow, disisi lain link keluar dari blog ini sudah berlebih. Jadi walaupun sulit dan berat buat saya harus memilih dan memutuskan. Tentu keputusan saya ini merugikan teman-teman semuanya, tapi sebagai gantinya saya akan memberikan kunjungan balasan ke teman-teman yang sudah datang ke blog ini. Sebenarnya hal ini pun selalu saya lakukan ketika blog coffee masih berstatus do follow.

Kok Seno plin plan ya? Yah, maklum saya newbie, jadi masih harus belajar banyak dan belajar banyak.

Sekali lagi saya harus mengucapkan maaf atas perubahan status ini. Terima kasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya buat teman-teman semuanya. Salam hormat dan salam hangat. Sukses selalu buat teman-teman. Terima kasih buat Kang Herro atas pencerahan dalam artikelnya. Thanks juga buat Mba Lyla sudah sharing pengalamannya.

Oh, iya ada award dari Kang Dede. Sebenarnya PR dan award ini sudah saya kerjakan. Tapi saya mau cerita dikit tentang hal yang membuat saya sangat malu. Waktu itu saya masih duduk di kelas 3 SMP. Suatu hari saya main kerumah teman mau meminjam buku Matematika, katakan saja namanya "Melati". Saya naik sepeda kesayangan, padahal jaraknya agak jauh jadi lumayan berkeringat. Haus. Ternyata Melati sedang tidak ada dirumah, jadi saya harus menunggu. Selama menunggu saya bicara dalam hati, "Kok, aku g dibikinin minum ya hiks..". Setelah 15 menit menunggu, Ibu Melati keluar sambil membawa 2 gelas kopi. "Wah ini yang saya tunggu-tunggu", gumanku dalam hati lagi.

"Eh, Ibu..! G usah repot-repot Bu", kataku pada Ibu Melati buat basa-basi.
"Emang repot kalo lagi ada tukang Mas Seno, semua jadi berantakan..!!", kata Ibu Melati sambil senyum. Hiks..hiks.. ternyata itu kopi bukan buat saya, tapi buat tukang yang lagi benerin plafon. Mukaku langsung merah padam dan merah merana. Malu banget nih.

Tapi dasar saya wong ndableg, udah terlanjur malu dan terlanjur basah, ya sudah mandi sekali (Maggy Z mode on), saya bilang aja, "He..he.. kirain buat saya Bu".

"Oh, Dik Seno mau minum juga, bentar ya...". Akhirnya dapet minum juga, walaupun rasa maluku harus dipertaruhkan.

Cetak Halaman Ini