Communication is the most important part in leadership. Leader must notify the job description to his subordinates. Leader is not manager. Manager has five specific function, planning, staffing, organising, directing and controlling resources. Manager more prominent in the technical support, leaders will have a better understanding about the attitudes and demands motivational needed by the followers. But I won't to discuss about that, I only want to focus the discussion on this in terms of communication.

All of part our body are communication tool. Mouth, eyes, hands, skin, face mimic, foot and others. To read more you may visit Dr. John A. Clean. In fact I wanna write in my version but there are some jobs I must do now.

I wanna give you one funny stories about wrong way in communication. I'll write in Indonesian, you may translate using google translate above to enjoy reading in your language.

Ini adalah contoh cara berkomunikasi yang salah, jangan ditiru.

Ini cerita tentang Sarmin dan pengalamannya. Sarmin adalah seorang pemuda sederhana dari desa Karang Cegak, Tlaga. Sudah beberapa tahun Sarmin tak pernah diperbolehkan lagi ikut memeriahkan sepak bola antar RT dalam perayaan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI, karena ia sering terkena offside gara-gara bibirnya yang terlalu mancung. Ia mempunyai seorang adik namanya Boncel.

Suatu hari Boncel dan Sarmin sedang naik motor butut di daerah Kutasari ke arah Padamara untuk menonton balapan motor cross. Tiba-tiba dari arah belakang terdengar suara deruan Motor Harley Davidson. Dalam sekejap, motor Harley tersebut sudah berada di samping Boncel dan Sarmin. Terlihat seorang berbadan tinggi besar dan bertato di lengannya, menggunakan blue jeans dan kaos lekton mengandarai moge tersebut.

Tiba-tiba pengendara Harley yang tampangnya serem itu berteriak, "Hey...!!! Haeyy..!! Udah pernah naik motor harley belum hah....!!!".

Boncel merasa panas, lalu ia menggeber motor bututnya sekuat tenaga. Walaupun dengan bersusah payah akhirnya bisa juga motor Boncel menyalip Harley Davidson tadi. Namun, beberapa saat kemudian motor Harley sudah kembali berada di sampingnya.

Kembali pengendara Harley Davidson berteriak, "Hey.....!!! Udah pernah naik motor Harley belum..!!!".

Boncel dan Sarmin semakin jengkel, kembali mereka menggeber motor yang usianya lebih tua darinya itu. Ia lagi-lagi berhasil melewati Pengendara Sombong tersebut. Sampai di perempatan Kembaran, kebetulan traffic light nya menyala merah. Boncel mengerem motornya itu, Sarmin yang pernah belajar fisika teringat bahwa gaya gesek dapat mengurangi kecepatan, langsung menempelkan kakinya ke aspal untuk menambah gaya gesek. Akhirnya walaupun sendal jepit Sarmin harus menipis setengah centimeter, mereka berhasil menghentikan kendaraan butut itu.

Dari arah belakang kembali terdengar suara menderu. Suara itu makin lama makin dekat dan "Braaak.....!!!!". Harley itu menerobos lampu merah, koran lampu merah dan menabrak pengendara lain. Boncel dan Sarmin tersenyum menang dan bilang ke pengendara harley yang sedang meringis kesakitan dengan dua jendolan besar di jidatnya akibat benturan.

"Makanya, jadi orang jangan sombong, baru bisa naik harley aja udah sombong, saya yang naik motor butut pemenang kontes motor tertua aja enggak sombong he..he...rasain..!! ", ucap Sarmin sambil mencibirkan bibirnya yang sebenarnya tanpa mencibirpun sudah cukup mancung, teman saya bilang Sarmin termasuk golongan tuwa golongan tua, alias untune dawa.

Sambil mengerang, pengendara Harley berkata, "Iya Mas, saya kan mau nanya Mas.., udah pernah naik motor Harley belum, Remnya di mana?". Ha..ha... ternyata pengendara motor besar yang tatoan itu enggak tau letak remnya, makanya ia nabrak.

Cerita di atas hanya ilustrasi saja, untuk menggambarkan bahwa komunikasi itu hal yang sangat penting. Menyampaikan sesuatu dengan cara yang salah, bisa berakibat sangat fatal. Mimik wajah, pemilihan diksi dan intonasi bisa mengubah makna dari pesan yang ingin di sampaikan.

So, don't be wrong communicator like Harley Davidson Rider above. See the moge or motor gede rider below.

Harley Davidson

Print This Page

ANA PRIVAT
Jl. Maharta IV, Block A-19 No. 13, Pondok Maharta, Ciledug, Tangerang, Banten 15154. Telp. 021-926 48 700, 021-986 70 881




This Motor cycle picture I got from google.