Saat ini handphone sudah bukan barang mewah lagi, tapi sudah menjadi kebutuhan pokok. Semua (tepatnya sebagian besar) orang mempunyai handphone, dari pejabat sampai pembantu hampir mengantongi benda kecil pintar ini. Menu dalam handphone juga tergantung dari harga, semakin mahal semakin banyak fitur-fitur yang disediakan. Ada layanan nirkabel / wireless seperti bluetooth dan infrared yang memungkinkan dua handphone pada jarak tertentu bisa saling berkomunikasi dan saling bertukar data. Tapi sayangnya menu layanan wi-fi ini, kebanyakan digunakan untuk menambah marak peredaran video porno dan video mesum pelajar bahkan juga video mesum pejabat dan anggota DPR :(. Selain kedua fitur di atas untuk handphone yang mahal didalamnya juga terdapat software pemutar video 3gp (video 3gp player), pemutar mp3, dengerin radio, bahkan bisa juga nonton TV di handphone sekarang.

Tapi semahal apapun handphone yang kita miliki pasti didalamnya terdapat menu utama yakni menu untuk menelpon dan layanan pesan pendek (SMS). Sebenarnya SMS awalnya hanya sebagai menu tambahan. Short Message Service (SMS) adalah salah satu fitur GSM tambahan yang kemudian dikembangkan dan distandarisasi oleh ETSI. Ternyata justru fitur tambahan ini menjadi layanan yang paling banyak diminati oleh para pengguna. Karena tarifnya yang murah dan mudah dipakai serta kepastian pesan akan langsung sampai ke pemilik, sehingga layanan ini menjadi booming.

Pada proses pengiriman SMS dari handphone, pesan SMS tidak langsung dikirim ke handphone tujuan, tetapi terlebih dahulu dikirim ke SMS center (SMSC), kemudian dengan sistem store and forward SMS tersebut dikirimkan ke hadphone tujuan. Dan tidak sesederhana itu, karena pada dasarnya tipe / mode pengiriman/penerimaan SMS ada 2 jenis, yakni sms format/mode text dan yang satu lagi adalah pengiriman sms format PDU (protocol data unit). Dan di Indonesia semua SMS center masih menggunakan mode PDU, belum ada SMS Center yang menggunakan mode text. Sehingga proses pengiriman SMS menjadi semakin rumit.

SMS System

Berikut ini gambaran proses pengiriman SMS :

  • SMS diketik oleh user

  • Pada proses pengiriman SMS ini, formatnya masih dalam bentuk text, soalnya kalau formatnya PDU akan menyulitkan pengguna.
  • User menekan tombol "Send"

  • Setelah user menekan tombol "Send", maka format teks yang diketik tadi akan di convert dari format text ke format pdu (text to pdu).
  • SMS dikirim ke SMS Center

  • SMS akan dikirim ke SMS Center dan disimpan (store) kemudian melanjutkannya (forward) ke nomor tujuan (receiver). Jika handphone berada diluar jaringan, maka SMS akan disimpan sampai batas waktu (validity period) tertentu, sesuai dengan batas waktu yang ditentukan oleh terminal pengirim (origiator). Jika sampai validity periode terpenuhi, dan handphone tujuan masih di luar area, maka SMS Center akan mengirimkan pesan ke handphone pengirim bahwa "SMS gagal dikirim", sebaliknya jika SMS terkirim, maka SMSC akan mengirim pesan "SMS berhasil dikirim".
  • Penerima handphone menerima SMS

  • Handphone penerima SMS akan menerima pesan SMS dalam format PDU, kemudian handphone tersebut meng-convert pdu to text agar bisa dibaca oleh user.


Tentunya kita sebagai pengguna tidak perlu memahami hal tersebut, kecuali bagi para pembuat program SMS Gateway, informasi ini mutlak diperlukan. Begitulah kira-kira sistem atau proses kerja SMS. Pada postingan berikut akan dilanjutkan dengan mengenal format PDU.


Cetak Halaman Ini