Selamat jalan Mbah Surip, kata-kata itu tak mampu aku ucapkan dengan lidahku ketika mendengar kabar Mbah Surip meninggal dunia tadi pagi jam 10.30 wib. Saya hanya mengucapkannya dalam hati. Saya sangat kaget, dan shock mendengar berita Mbah Surip Meninggal. Pagi tadi saya baru saja melihat Mbah Surip dalam acara 60 menit edan di Trans7. Bagi saya Mbah Surip adalah sosok yang jujur, lucu, menghibur dan memberikan banyak nasehat dalam setiap banyolannya. Mbah Surip, I Love You Full. Mbah Surip tetap menjadi Mbah Surip setelah mendapatkan keuntungan 4.5 milyar dari royalti lagu Tak Gendong. Kekayaannya tak membuat Mbah Surip menjadi lupa daratan. Ahh, aku masih belum percaya Mbah Surip Meninggal.

Tidak banyak yang mengetahui bahwa Mbah Surip adalah seorang Sarjana Kimia, sebuah gelar yang saya cita-citakan. Dalam setiap wawancara Mbah Surip tak pernah menunjukkan bahwa dirinya adalah seorang sarjana kimia. Mbah hanya bercerita bahwa Mbah Surip pernah bekerja di Amerika Serikat di pengeboran minyak. Setelah kembali ke Indonesia Mbah Surip memilih menjadi seorang entertainment. Entah kenapa Mbah Surip lebih memilih menjadi petualang, padahal saya yakin, pengalamannya bekerja di Amerika, banyak perusahaan di Indonesia yang mau menampungnya waktu itu.

Tokoh yang khas dengan tawanya yang lepas itu sudah cukup lama berkencimpung didunia intertainment, namun baru tahun 2009 nama Mbah Surip dikenal orang setelah merilis single berjudul Tak Gendong. Sebelumnya Mbah Surip pernah merilis album Ijo Royo-royo dan juga single Bangun Tidur. Lagu bangun tidur merupakan sindiran atau tepatnya nasihat bagi kita yang masih muda-muda, agar kita menjadi orang yang aktif, kreatif dan penuh semangat. Jangan hanya bangun tidur, tidur lagi, bangun lagi, tidur lagi, banguuuun, tidur lagi. Melalui Lagu Bangun Tidur Mbah Surip mengingatkan kita agar kita menjadi orang yang berbuat sesuatu, bukan hanya tidur dan tidur.

Selamat Jalan Mbah Surip, I Love You Full.

Cetak Halaman Ini