Foto Gus Dur
Kabar meninggalnya Gusdur pada 30 Desember 2009 meninggalkan duka mendalam bagi keluarga khususnya dan seluruh rakyat Indonesia umumnya. Betapa tidak tokoh humoris yang sangat dekat dengan kalangan minoritas ini meninggalkan banyak sekali jasa bagi perkembangan dan sejarah bangsa Indonesia. Selama menjabat presiden yang hanya 1,5 tahun Gusdur melakukan kebijakan yang dinilai kontroversi tetapi sebenarnya sangat substanstif. Gusdur menghapus Tap MPRS nomor XXV tahun 1966 dan penetapan tahun baru imlek sebagai hari libur nasional. Tindakan ini diikuti dengan pencabutan larangan penggunaan huruf Tionghoa.

Selain itu Gus Dur juga melakukan reformasi terhadap TNI, Gus Dur menghapus dwi fungsi TNI dan mengembalikan fungsi TNI tanpa fungsi politik. Gusdur juga menghapus departemen penerangan yang dinilai menjadi senjata utama rezim Soeharto dalam memerangi media. Selain itu Gusdur juga membubarkan departemen sosial yang dinilai departemen paling korup pada saat itu.

Gusdur merupakan tokoh yang berkarakter, tegas dan berani membela yang benar. Ketika orang-orang takut akan rezim Soeharto, Gus Dur justru muncul sebagai pihak yang berani menentang kebijakan-kebijakan Soeharto. Dalam sebuah acara Satu Jam Lebih Dekat bersama Gusdur di TVOne, Gusdur pernah mengalami percobaan pembunuhan sebanyak 3 kali gara-gara kekritisannya terhadap pemerintahan Soeharto. Salah seorang sahabat Dekat Gus Dur yang juga ketua MURI, Jaya Suprana, mengatakan 'Gus Dur adalah negarawan sejati, dia tidak cocok menjadi kepala pemerintahan, tetapi dia layak sebagai kepala negara'. Pola pikirnya yang demokratis dan juga berpikir jauh ke depan serta sifatnya yang humoris membuat orang-orang di sekitarnya merasa nyaman dan cepat merasa dekat dengan sosok yang juga dikenal 'kontroversif'.

Sejarah mencatat berbagai penghargaan atas prestasi dan jasa-jasa Gus Dur untuk bangsa Indonesia, membuat presiden SBY menyerukan untuk memasang bendera setengah tiang untuk menghormati segala pengorbanan Gus Dur untuk Indonesia. Sang Guru Bangsa meninggal dunia akibat komplikasi penyakit jantung dan gula, jenazah Gus Dur dimakamkan di Jombang, Jawa Timur, di samping makam ayahnya. Selamat jalan Gud Dur.

Cetak Halaman Ini